Stolen Innocence [END]

Stolen Innocence [END]

  • WpView
    Reads 7,958
  • WpVote
    Votes 380
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 25, 2026
Di sebuah pesantren yang tampak tenang, Ardan adalah sosok santri teladan cerdas, ceria, dan penuh masa depan. Namun, segalanya hancur dalam satu malam di kamar sang pendidik yang paling ia hormati, Ustadz Jafar. Dengan dalih "keberkahan" dan ketaatan, Ardan dipaksa menyerahkan segalanya: harga dirinya, kesuciannya, hingga jiwanya. Ardan hanyalah raga kosong yang bertahan hidup dalam diam dan trauma. Melawan adalah hal mustahil, karena Jafar bukan sekadar guru, melainkan anak sang pemilik pesantren yang kekuasaannya tak tersentuh. Setiap malam adalah siksaan, dan setiap isakan Ardan hanya menjadi pelengkap nafsu sang Ustadz Saat ketaatan disalahgunakan menjadi paksaan, dan keberkahan berubah menjadi kutukan; mampukah jiwa yang telah mati menemukan kembali suaranya? Stolen Innocence : Kesucian yang Tercuri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Better with you [ BL ]
  • LUKA DIBALIK CINTA✅️
  • ✓ END | Between Silence and Warmth [ Jaywon = Kaelian ]
  • pathetic
  • IN ANOTHER LIFE WITH YOU
  • Tale of Love [END]
  • Hurt Beyond Blood
  • 𝑬𝒏𝒊𝒈𝒎𝒂 𝑿 𝑨𝒍𝒑𝒉𝒂 - MLM/BL
  • ARKANIO : Vow Of Silence
  • Milik Kakak Sepenuhnya, Obsesi Kalendra [S2 + END]

[ ON GOING ] Elian berontak, namun tenaganya tak sebanding dengan Arga. Di bawah kukungan sang paman, ia hanya bisa terisak. Arga justru mengusap air mata itu, lalu mencium bibir keponakannya dengan posesif. "Jangan menangis" bisik Arga serak "itu malah membuatku semakin terangsang." Hancur sudah imajinasi Elian tentang paman yang ia kagumi. Baginya, sekarang pria di hadapannya adalah orang asing. Namun bagi Arga, ketakutan Elian adalah bentuk permohonan yang sudah ia baca sejak lama. "Kamu selalu menatapku seolah ingin dijinakkan" lanjut Arga dingin. "Jangan salahkan aku. Kamu milikku." "Aku takut, Paman... tolong lepaskan aku" rintih Elian sambil memukul lemah dada bidang Arga. Arga mengecup kening Elian, mencoba meredam gemetar tubuh pemuda itu. "Jangan menyangkal," bisiknya mutlak. "Aku tahu kamu juga menginginkanku, sedari dulu." lanjutnya... #bl #mature

More details
WpActionLinkContent Guidelines