The Heartbreak Project

The Heartbreak Project

  • WpView
    Reads 1,066
  • WpVote
    Votes 175
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 3 hours ago
Harvey Samudra adalah seorang pengamat profesional. Baginya, hidup jauh lebih aman jika dilihat melalui lensa kamera mirrorless-nya, tempat di mana ia bisa memuja Maudy Clarissa, si ratu sekolah, dari kejauhan tanpa harus merasa hampa. Harvey tahu posisinya, ia hanya butiran debu di atas sneakers mahal milik Mario Miller, kapten basket populer yang memegang kendali atas kasta sosial sekolah. Namun, ketenangan Harvey terusik saat Kanaya Azana muncul. Gadis eksentrik dengan oversized hoodie kuning itu datang seperti bug yang merusak sistem. Ia tidak hanya tahu rahasia Harvey, tapi juga menawarkan sebuah kesepakatan gila: Menjatuhkan Mario dan memisahkan Maudy dari sisinya. Bersama Kana yang chaotic smart dan penuh teori konspirasi, Harvey terpaksa keluar dari zona nyamannya. Dari balik lensa kamera-nya, ia mulai menemukan banyak hal yang ia lewatkan. Tapi, saat misi mulai membuahkan hasil dan Maudy mulai meliriknya, Harvey justru merasa ada yang salah. Mengapa setiap kali ia berhasil mendekati tujuannya, ia justru merindukan obrolan random jam tiga pagi dengan Kana? Dan apa yang sebenarnya disembunyikan Kana di balik dendam pribadinya terhadap Mario? Di antara jepretan kamera, sabotase rencana, dan perasaan yang salah alamat, Harvey harus memilih: Mengejar cinta yang selama ini ia bidik, atau menyelamatkan glitch yang perlahan mulai menjadi dunianya.
All Rights Reserved
#217
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Kakakmu!
  • MY SWEETY IS MY POSESSIF BOYFRIEND |HARQEEL|
  • Marriage Without Love
  • Game Of Love
  • Loving You to Destroy You
  • DOSENKU ADALAH TUNANGANKU
  • SALAH FOKUS: NIAT KERJA, MALAH BAPER
  • WHAT WE DON'T SAY
  • GRAY
  • From forced vows to true love

"Dengar aku baik-baik." "Aku berhak. Karena aku satu-satunya orang yang melihatmu menangis tanpa suara. Aku yang mengumpulkan kepinganmu saat dia sibuk tidur dengan perempuan lain diluar sana!" "Kalau kau berani kembali padanya," lanjut Nathan lirih, "aku akan menghancurkannya. Bukan dengan tangan. Tapi dengan hidupnya." "Kamu mengancam kakakmu sendiri Nathan!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines