Under The Same Spotlight | Jungkook X Jungwon (KookWon)

Under The Same Spotlight | Jungkook X Jungwon (KookWon)

  • WpView
    Reads 1,464
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Pertemuan pertama mereka seharusnya biasa saja. Hanya senior dan junior. Hanya dua idol yang berlatih di gedung yang sama. Tapi setiap tatapan terasa terlalu lama. Setiap percakapan terasa terlalu berarti. Yang Jungwon mencoba bersikap profesional. Jeon Jungkook mencoba berpura-pura semuanya normal. Namun semakin sering mereka bertemu, semakin sulit untuk berpura-pura. Karena di dunia yang penuh sorotan kamera, perasaan mereka justru tumbuh di tempat yang paling terang- di bawah spotlight yang sama.
All Rights Reserved
#6
txt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FALLIN
  • Last Horizon (TXT)
  • THE LAST STAR - BROTHERSHIP (END)
  • 12 POWER OF BROTHERS (COMPLETED)
  • Tuan Ayden [ON-GOING]
  • new steps
  • Whipped for Hyunjin
  • OVERTURN - Hyunjin Centric
  • 𝐋𝐔𝐌𝐈𝐄𝐑𝐄
  • KEBENARAN DENGAN TANDA TANYA
FALLIN

"Iya kan, kak?! Sebego-begonya bang Reyhan , se enggak pekanya dia, Revano lebih bego dan gak peka, kak!" Keyra hanya mengangguk sabar sambil membuka satu persatu ikatan karet warna-warni di rambut Arsenio. Ulah Reyhan, pacarnya. Saat Arsenio kembali pulang dengan menangis jelek, Reyhan malah mengikat rambutnya dengan karet warna-warni itu, pengganti uang kembalian saat di warung tadi, katanya. "Pantes aja betah mereka sahabatan dari orok! Sama gitu bentukannya!" "Kamu juga masuk geng mereka, dek." "Nah, itu kak! gunanya gue ada diantara mereka itu buat penetral! Kalo mereka lagi goblok gue yang turun tangan!" Keyra mengangguk dengan sabar lagi. Arsenio masih betah berceloteh ketika Reyhan datang dengan bingkisan di tangannya. Hasil pesen makanan online yang baru saja dia ambil dari depan. Tak! "Akh! Aw!" Pekik Arsenio saat dia dengan sengaja menghentakkan kepalanya keatas meja kaca. "Bego," sahut Reyhan tanpa rasa kasihan. Bibir Arsenio melekung ke bawah, dia merasa tidak bisa lagi menerima hal-hal yang memojokkan dirinya. Jadi Arsenio berdiri sambil mengelap hidung dengan lengan bajunya. "Bodo, Abang juga bego! Arsen mau sendiri, mau ke kamar, mau move on!" Katanya sambil berjalan menghentak-hentakkan kaki. Reyhan hanya menghela nafas melihat tingkah adik kesayangannya itu. Sialan. Benar-benar sialan. Friendzone itu sialan! Revano Senata juga sialan! Masa selama hampir delapan belas tahun bersama Revano tidak merasakan apa-apa padanya?! Itu curang! Semesta curang!

More details
WpActionLinkContent Guidelines