To Be Protector: Forgive Me!

To Be Protector: Forgive Me!

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 7, 2026
Didalam dekapan sang ibu yang jiwanya telah tenang, si sulung pun menuntaskan kalimat yang tak akan pernah terpikirkan olehnya. "Aku...Sayang ayah." Ucapnya lirih dari si sulung, disusul kobaran api yang membakar rumah. Sang ayah terpaku, api mulai melahap ganas dirinya. Dalam kepedihan, pria itu hanya bisa berbisik, "Tolong... Beri aku kesempatan, lagi." Doanya dijabah, ia kembali ke masa lampau, bertekad untuk memperbaiki segala kesalahannya. Namun, dewa takdir yang labil itu juga... Memberi istri dan anak-anaknya untuk kembali kemasa lalu. Kini, sang dewa mempermainkan takdir mereka. Misi seorang ayah dan suami yang harus mengikat kembali keluarganya, dan misi istri juga anak-anak nya yang harus meninggalkan pria itu. Sekarang, pria itu harus menjadi pion sang dewa untuk mendapatkan akhir yang bahagia. ----------------- Original story! Angst, familyship, bromance. ----------------- Jadilah readers yang menghargai author, saya tidak akan pernah memberi izin untuk terinspirasi ataupun PLAGIAT cerita manapun saya. Jika ada yang melakukan hal ini, diharap kan bagi kalian untuk memberitahu saya di Wall, terims. --------------- Background: Pin Character: By Me Cover: Ai dan sedikit perubahan dari saya.
All Rights Reserved
#325
familyship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines