Saat hari kelulusannya, Lyra Seraphina harus menelan pil pahit. Reynand Elian, pria yang berjanji akan selalu ada, memutuskan hubungan mereka dengan sebuah alasan klasik: perjodohan. Dia pergi, hanya meninggalkan sebuah kalung hitam keperakan sebagai tanda perpisahan.
"Pakai kalungnya terus ya, Lyra. Ini satu-satunya cara agar aku bisa menjaga kamu dari jauh."
Tanpa rasa curiga, Lyra menuruti permintaan itu. Ia tidak pernah tahu bahwa janji tersebut adalah awal dari sebuah konspirasi lintas dimensi. Saat takdir mulai berputar dan realita perlahan retak, Lyra terseret paksa menuju Aetheria; sebuah dunia asing di mana sihir, pedang, dan dendam masa lalu berkuasa di atas segalanya.
Lyra terbangun di aula dingin milik Valerick De Archard, sang Penyihir Agung yang kaku dan penuh rahasia. Pertemuan mereka tidak dimulai dengan pelukan, melainkan dengan keheningan mencekam dan tatapan mata biru safir yang sedingin es. Pria itu menatapnya dengan penuh kecurigaan, seolah Lyra adalah anomali berbahaya yang tiba-tiba muncul untuk mengusik otoritasnya. Sang Penyihir Agung itu merasakan sesuatu yang salah, setiap detik Lyra berada di dekatnya, kekuatan sihir yang ia agungkan perlahan memudar tanpa alasan yang jelas.
Di tengah aula menara yang membeku, Lyra harus bertahan hidup di bawah tekanan aura Valerick yang menyesakkan. Ia menolak untuk gentar, meski ia sendiri tidak paham mengapa kehadirannya dianggap sebagai ancaman bagi pria asing itu.
Namun, di balik dinding es yang ia bangun, Valerick justru dihadapkan pada satu teka-teki yang mengusik logikanya. Di saat pengkhianatan mulai mengepung dari segala arah, ia justru menemukan dirinya goyah oleh kehadiran gadis yang mungkin saja seharusnya ia singkirkan.
Kini, di dunia di mana setiap perasaan adalah kelemahan, Lyra dan Valerick terjebak dalam satu ikatan yang mustahil. Takdir memaksa mereka untuk berjalan beriringan, meski setiap langkah yang diambil mungkin bisa menjadi kehancuran bagi keduanya.
Keana adalah desainer interior blasteran Indo-Inggris yang sialnya memungut ular hitam sekarat di trotoar Sudirman hanya untuk mendapati makhluk itu berubah jadi manusia bernama Lucas Draven. Pangeran Mahkota dari Kerajaan Ophiuchus ini nekat menembus waktu demi satu ramalan, Ia harus menghamili manusia berdarah campuran untuk memutus kutukan di jantungnya. Hidup Keana seketika berubah dari sibuk mengurus klien menjadi sibuk menghadapi tuntutan gila seorang penguasa dimensi lain.
"Kau pikir aku kucing, bisa melahirkan anak sebanyak itu?!" Keana meledak saat Lucas dengan wajah datar menuntutnya memberikan banyak pewaris dalam waktu singkat. Lucas hanya menatapnya dingin dengan mata emasnya yang tajam sambil menyahut, "Waktuku tidak banyak, Keana. Kau adalah kunci keselamatan takhtaku, suka atau tidak."
___
"Nngghhh! Lucas!" Keana memekik, kepalanya mendongak ke belakang saat merasakan kepuasan yang luar biasa memenuhi dirinya.
Kini, apartemen Keana menjadi sasaran pembunuh dari pemberontak Ophiuchus yang mulai menyusup ke Jakarta. Di sela hiruk-pikuk kota, Keana harus memilih antara logika warasnya atau menyerahkan diri sepenuhnya pada takdir bersama sang pangeran ular.