Sang Eksekutor [JossGawin]

Sang Eksekutor [JossGawin]

  • WpView
    Leituras 1,490
  • WpVote
    Votos 159
  • WpPart
    Capítulos 11
WpMetadataReadConcluída qui, fev 26, 2026
WpInfo
Fanfic
Joss menghentikan langkah tepat di depan sebuah kubikel yang dipenuhi tempelan memo berwarna-warni dan sketsa tangan yang berantakan. Ia mengamati sebuah gelas kopi kosong yang meninggalkan noda lingkaran di atas meja kayu. Kerutan tipis muncul di dahinya, sebuah tanda ketidaksenangan yang nyata terhadap ketidakteraturan. Bagi Joss, kekacauan visual adalah representasi dari pikiran yang tidak disiplin. "Siapa pemilik meja ini?" suara Joss menggelegar rendah, namun cukup kuat untuk membuat aktivitas di seluruh ruangan terhenti seketika. Seorang pria muda dengan kemeja flanel yang kancing atasnya terbuka bangkit dari kursi di sudut ruangan. Gawin Caskey melangkah maju dengan tenang, meskipun ia bisa merasakan tatapan tajam dari rekan-rekannya yang mengisyaratkan bahaya. Gawin tidak menunduk. Ia justru membalas tatapan Joss dengan binar mata yang menunjukkan harga diri seorang seniman yang terusik.
Todos os Direitos Reservados
#195
gawincaskey
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • Obsession Overdose
  • A House Between Us
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Rewriting The Villain (END)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • Given || Ju Jihoon
  • Your Daddy My Husband

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo