Dua Raga Satu Luka

Dua Raga Satu Luka

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
​"Satu denyut, satu rasa. Jika semesta memberimu luka, biarkan aku membagi separuhnya." ​Bagi dunia, Adam dan Anugrah hanyalah sepasang anak kembar biasa yang tumbuh di dinginnya kota Bandung. Namun di balik dinding rumah yang sunyi, mereka adalah dua jiwa yang dipaksa berbagi penderitaan yang sama. Adam adalah sang pelindung, sementara Anugrah adalah jiwanya yang rapuh. ​Setelah kepergian Ibu, rumah yang dulunya hangat berubah menjadi medan tempur. Pak Dani, ayah yang seharusnya menjadi tempat mereka pulang, justru menjelma menjadi sosok asing yang hanya mengenal amarah. Setiap bentakan, setiap hantaman, dan setiap air mata menjadi rahasia yang terkunci rapat. ketika Anugrah mulai kehilangan harapan dan ingin menyerah pada keadaan, mampukah Adam tetap tegak menjadi tiang penyangga? Karena pada akhirnya, ini bukan hanya tentang bagaimana mereka disakiti, tapi tentang bagaimana mereka tetap menjadi "rumah" bagi satu sama lain saat dunia tak lagi memberikan ruang untuk mereka berteduh.
All Rights Reserved
#921
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines