Ornella hanya ingin hidup tenang.
Jauh dari masa lalu, jauh dari dunia yang pernah menghancurkan keluarganya. Tapi ketenangan tidak pernah benar-benar bertahan lama.
Di balik bayangan kota yang terasa asing, ada seseorang yang mengamatinya. Ia diam, sabar, dan terlalu terkontrol untuk disebut kebetulan.
Azriel Morelli tidak pernah bergerak tanpa alasan.
Saat akhirnya ia melangkah mendekat,
itu bukan karena ia kehilangan kendali, melainkan karena ia memilih untuk melakukannya.
Perlahan, tanpa disadari, Ornella terseret ke dalam dunia yang tidak pernah ia inginkan.
Dunia di mana perasaan bisa dimanfaatkan.
Namun yang paling berbahaya bukanlah saat semuanya terasa salah. Namun, saat batas-batas itu mulai kabur, dan yang seharusnya dijauhi justru terasa aman. Seolah dunia itu tidak lagi menekan,
melainkan menerima.
Tanpa sadar, ia berhenti mencari jalan keluar.
Hal paling berbahaya bukan yang memaksamu bertahan, tapi yang membuatmu memilih untuk tidak pergi.
Ketika semuanya terasa seperti rumah,
mungkin sudah terlambat untuk menyadari bahwa ia sedang tenggelam.
***
Not every poison is bitter. Sometimes it tastes like comfort.
It wraps around you like safety, whispers that you deserve it, tells you to stay.
You call it peace, you call it love, you call it escape. Never realizing it is quietly rewriting you.
It doesn't break you loudly. It erodes you gently.
And by the time the sweetness fades,
you're already addicted to what's undoing you.
The most dangerous poisons don't burn, they soothe.
The most dangerous and addictive poison is you.
And i'm overdose, on something that felt like home.
All Rights Reserved