RUMAH
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, aku kehilangan dia karena sebuah prank bodoh yang terlalu jauh batasnya. Tanpa pertemuan terakhir. Tanpa penjelasan. Hanya satu tombol blokir yang mengakhiri semuanya. Kupikir itu cuma cinta SMP yang akan hilang seiring waktu. Ternyata aku salah. Bertahun-tahun dan beberapa hubungan yang tak pernah terasa utuh kemudian, aku kembali mencari nomor laki-laki yang pernah meninggalkanku. Dengan gengsi yang nyaris tak tersisa, aku menghubunginya lebih dulu. Dia masih sama. Ketikannya masih berantakan. Tertawanya masih ringan. Tapi pelukannya... jauh lebih hangat. Malam hujan di tanggul dermaga menjadi awal dari semuanya aroma sabun yang sederhana, pelukan protektif, dan rasa yang tak pernah benar-benar selesai. Ini bukan cuma cerita tentang balikan dengan mantan. Ini tentang dua orang yang sempat berhenti... lalu memilih untuk kembali.
All Rights Reserved
#129
balikan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines