The Twisted Maroon [ Bahasa ]

The Twisted Maroon [ Bahasa ]

  • WpView
    Reads 1,174
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Andrawina Pramudita Wiratama percaya bahwa rasa aman hanya bisa diraih melalui kendali. Sejak kecil, ia dibesarkan untuk selalu menang. Untuk tampil sempurna tanpa pernah goyah. Namun, perjodohan bisnis yang mengikatnya pada Leon Januarga Pradipta mulai meretakkan seluruh sistem yang selama ini ia bangun dengan rapi. Di tengah konflik bisnis yang memanas dan tekanan dua dinasti besar, Andrawina berusaha mempertahankan bisnis keluarganya, serta pernikahan yang dipaksa tetap terlihat sempurna. Sementara itu, Leon Januarga Pradipta hanya menginginkan satu hal sederhana yang tak pernah benar-benar ia miliki: dipilih dengan sepenuh hati. Bukan sebagai pewaris. Bukan sebagai simbol. Melainkan sebagai suami. Sebab sepanjang hidupnya, Leon tidak pernah benar-benar jatuh cinta. Sampai Andrawina datang, membuatnya rela kehilangan kendali untuk pertama kalinya. ㅡㅡㅡ Dimulai sejak 8/3/26
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines