Pantai & Gaun Putih

Pantai & Gaun Putih

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Feb 23, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Grief and Bereavement
Illness
Tagsfiksi
"Lautan itu memang indah, namun mereka juga berbahaya," sahut gadis itu sembari menatap luasnya bentangan air laut. "Kau tahu... sebuah pepatah mengatakan, 'air laut menjanjikan kebebasan, namun sering kali menjerat dalam kedalamannya'. Namun meski begitu, aku rela menghabiskan saat-saat terakhirku di lautan," balasku menatap hamparan laut lepas serta langit biru yang menyatu sempurna. Setelah mendengar itu, gadis misterius itu berdeham lalu menatapku "Memang benar yang mereka katakan... bahwa lautan adalah makam tanpa batu nisan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jadi Anak Haram?
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Ritual Rasa
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Luk Telu Belas
  • ONESHOOT [BP]
  • na ja [END]
  • Wismatama
  • ELION
  • Sastru Pinanganten

Milo Pradipta adalah seorang remaja 16 tahun yang ajaib. Sifatnya manja, sedikit galak tapi cengeng, bermulut ceplas-ceplos, tingkahnya sering bikin naik darah orang-orang disekitarnya dan kalau ngomong suka asbun. Harus bertransmigrasi ke novel milik abangnya yang baru saja di banting olehnya dan lebih parahnya lagi dia malah jadi seorang anak haram yang dibenci karena sifatnya yang manipulatif, dimana anak haram itu juga namanya sama dengannya. Sungguh sial. --------------- "What the fu- kenapa gue malah transmigrasi jadi anak haram di novel sialan ini sih?! Ogah banget hidup ngenes, pokoknya gue harus bikin diri gue diusir sekarang juga!" "Heh kalian usir gue sekarang juga, plis! Gue ikhlas lahir batin jadi gembel!" "GAK! Kamu jangan harap bisa kabur dari rumah ini, Milo" "LAH?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines