Love You Twice

Love You Twice

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2026
Damian Elvano tak pernah menyangka bahwa gadis liar itu mampu membuatnya kehilangan kendali. Bukan, ia tidak membenci perasaan yang tumbuh di hatinya. Ia hanya membenci satu hal--kenyataan bahwa dirinya adalah sumber dari segala kekacauan dalam hidup gadis itu. Hidupnya tak pernah senyaman yang orang-orang bayangkan. Ia tumbuh dalam tekanan, dibesarkan oleh nama besar yang lebih berat daripada kebebasan. Ia terus berlari dari sesuatu yang seharusnya menjadi hal terdekatnya, keluarga, warisan, dan bayang-bayang masa lalu yang tak pernah benar-benar pergi. "I loved you once. I'll love you twice. And if I have to, I'll love you a thousand times more." Velerona Evangeline Adams, putri bungsu keluarga Adams yang kehidupannya tampak sempurna dan indah. Rumahnya hangat, keluarganya penuh kasih, dan ia memiliki sahabat setia yang selalu berada di sisinya. Namun ketika ia kembali bertemu dengan pria itu---mantannya, semuanya mulai terasa berbeda. Satu per satu keanehan muncul. Ada sesuatu yang terasa hilang, namun ia tak tahu apa. Kenangan yang terasa tak utuh. Perasaan yang datang tanpa penjelasan. Hidupnya berubah menjadi puzzle yang menunggu untuk diselesaikan. Dan pria itu, Damian Elvano D'Aviano, adalah potongan terakhir yang paling ia takuti untuk sentuh.
All Rights Reserved
#936
tragis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Model of Love [Borusara]
  • Kebalik Woy! | Junghwan ft.Zoa [END]
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • KISAH YANG BELUM USAI | PIERRE TENDEAN ✔️ [REVISI]
  • Rasi Bintang - NCT OT23
  • Blue Moon
  • Januar
  • ✅Autumn; Time Leaves | Sehun Lisa hunlis

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines