Lampu Merah

Lampu Merah

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2026
‎Carmelia Bunga Radesa (26) terjebak hubungan rumit dengan teman kantornya - Bima. Mereka berdua jelas memiliki ketertarikan satu sama lain, namun tidak bisa bersatu karena salah satu dari mereka sudah memiliki pasangan. ‎ ‎Bunga tidak pernah mau berada di situasi sulit seperti ini. Perasaannya tumbuh dengan sendirinya tanpa diminta. Perasaan yang sudah jelas-jelas salah. ‎Ketika Aji datang dalam hidupnya sebagai sosok penyelamat baginya. Bunga malah merasa bahwa dirinya sudah menerobos terlalu jauh. ‎ ‎Seperti lampu merah yang lebih menantang ketika pengendaranya menerobos, seperti itulah dirinya terseret terlalu jauh
All Rights Reserved
#258
redflag
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Tanda Seru
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • Spicy
  • THE REBELLOUSE! [END]
  • Favorite Lecturer
  • Goodbye, Hello?
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines