We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The intention of Adipura

The intention of Adipura

  • WpView
    Reads 5,292
  • WpVote
    Votes 231
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Pradana Cakra Rajash Adipura adalah lelaki yang terbiasa memimpin, bukan mengejar. Sebagai Direktur Utama Adipura Group , hidupnya penuh keputusan besar, angka, dan tanggung jawab. Ia tidak pernah kekurangan pilihan. Namun ia selalu kekurangan seseorang yang benar-benar ia pilih. Bianca El Jane Wijaya adalah perempuan mandiri yang tidak tertarik pada status atau kekayaan. Baginya, cinta bukan tentang siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang paling tulus. Pertemuan mereka dimulai dari ruang rapat. Profesional. Formal. Tanpa rencana. Namun dari percakapan sederhana, muncul rasa yang tidak biasa. Pradana tidak mengejar. Ia mendekat dengan tenang. Bianca tidak bergantung. Ia berdiri dengan prinsipnya. Ini bukan kisah cinta penuh drama. Ini adalah cerita tentang dua orang dewasa yang sama-sama memilih. Because real love is not loud. It's intentional.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines