happy ending : happily ever after
Kisah ini bermula dari sebuah kebetulan di pinggir pantai saat Yuma tak sengaja menabrak Taya. Di sekolah, Taya yang merupakan murid pindahan dikenal sangat dingin, datar, dan menjauh dari keramaian karena keterbatasannya (tuli dan bisu).
Namun, Yuma tidak menyerah. Berbekal permen stroberi yang selalu ia berikan secara paksa dan usahanya belajar bahasa isyarat hingga larut malam, Yuma perlahan berhasil meruntuhkan tembok pertahanan Taya.
Momen kedekatan mereka mulai terjalin dari hal-hal kecil: Taya yang diam-diam melukis Yuma, hukuman dijemur karena bolos pelajaran Sejarah, kencan tak terduga ke pasar malam, hingga Yuma yang berani mencium pipi Taya sepulang kencan.
Puncaknya, di bawah langit mendung di atas rooftop sekolah, Taya menyatakan perasaannya lewat sebuah sketsa wajah dan setangkai mawar. Yuma menjawabnya dengan sebuah ciuman tulus di bibir, meresmikan hubungan mereka.