POCONG ITU MANTANKU

POCONG ITU MANTANKU

  • WpView
    Reads 2,498
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2026
Amel mengiyakan ancaman Asep yang akan melakukan hal nekat jika wanita itu bersikeras untuk memutuskan hubungan dengannya. Sekarang Amel harus hidup dibawah bayang-bayang mantannya yang sudah menjadi pocong dan selalu menguntit wanita tersebut ke mana saja. Kira-kira mampukah Amel melepaskan diri dari cengkeraman mantannya tersebut?
All Rights Reserved
#58
alamgaib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara [END]
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • TUMBAL PESANTREN

Dio Hanim mengalami masalah besar yang berpotensi mencoreng nama baik keluarganya. Media memburunya tanpa henti, dan demi menyelamatkannya dari kurungan opini publik maupun jeruji besi, orang tua Dio mengambil langkah besar. Mereka mengirim Dio jauh dari sorotan dunia... menyamar menjadi guru relawan di sebuah desa terpencil. Namun, kehidupan di desa itu bergerak jauh di luar dugaan Dio. Hal-hal mistis yang selama ini tidak pernah benar-benar ia percayai ternyata benar-benar ada. Bukan hanya sekadar terjadi, melainkan juga mengikutinya, seolah-olah menjadikan Dio sebagai pusat dari semuanya. Perlahan, tanpa ia sadari, Dio terseret ke dalam sebuah permasalahan besar bersama seorang pria bernama Danang. Seorang pria dingin, kaku, dan menakutkan, dengan sejuta rahasia yang sengaja dia sembunyikan. Awalnya, keterikatan mereka terbentuk karena masalah yang melingkupi Danang. Namun semakin dalam mereka mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi, Dio mulai menyadari satu hal yang mengerikan, permasalahan ini bukan hanya milik Danang. Masalah itu juga miliknya. Dan semakin dekat Dio pada kebenaran, semakin jelas bahwa tidak ada jalan untuk mundur. Apa pun yang terjadi kepada mereka telah mengikat mereka berdua, dan hanya dengan menghadapinya bersama, semua ini bisa berakhir, atau justru menelan mereka sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines