Anak Tengah yang Membisu

Anak Tengah yang Membisu

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 24, 2026
Semua orang bilang hidup itu adil, tapi tidak untuk Apin. Umur enam belas tahun. Tuli, lumpuh. Duduk di kursi roda sejak kecil. Berhenti sekolah di kelas dua SD karena ibu kandungnya sendiri memilih menyakitinya daripada melindunginya. Di rumah, ia dianggap beban. Di lingkungan, ia dipandang lebih buruk, tidak dianggap sama sekali. Tidak ada yang benar-benar mencoba mengerti dunia sunyinya, kecuali satu orang, ayah tirinya. Pria yang sabar belajar bahasa isyarat hanya untuk memastikan Apin tahu bahwa ia dicintai. Walau Apin belum sepenuhnya bisa menerima kehadirannya. Dan Ali, abang angkat yang selalu berdiri di depannya saat dunia terasa terlalu kejam. Apin hidup dalam sunyi. Sampai suatu hari, ia bertemu seorang gadis. Cantik dan lembut, dengan senyum paling tulus yang pernah ia lihat. Gadis dengan Down Syndrome yang dipandang berbeda oleh dunia sama seperti dirinya. Di antara dua jiwa yang dianggap "tidak sempurna" oleh orang lain, justru tumbuh perasaan paling murni. Tapi cinta saja tidak cukup ketika dunia terus berusaha mematahkanmu. "Hidup itu pilihan, tapi kalau gue bisa milih. Gue gak bakal hidup." - Apin
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines