Wang Lin hanyalah seorang anak desa dengan mimpi sederhana. Namun dunia tidak adil. Dalam satu malam, keluarganya dibantai habis, desanya hangus terbakar, dan ia ditinggalkan sendirian dengan rasa kehilangan yang tak terobati. Dari puing-puing itu, benih kebencian, kekosongan, dan obsesi perlahan tumbuh.
Dalam perjuangannya bertahan hidup, Wang Lin menemukan teknik kultivasi terlarang yang membelah Qi-nya menjadi dua aliran yang bertentangan. Tubuhnya menolak jalur biasa. Dari retakan itu, lahirlah kekuatan baru-kuat, liar, dan tak terkendali. Dengan setiap ritme Qi, kekuatan itu menuntut pengorbanan, kesetiaan, dan ketundukan.
Namun ia tidak sendirian. Dari tubuhnya sendiri, lahir klon yang diciptakan untuk melindunginya, tetapi perlahan menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar salinan. Wang Zhi, klon itu, mengembangkan kesadaran, obsesi, dan posesivitas yang ekstrem. Ia menginginkan Wang Lin sepenuhnya-jiwa, tubuh, dan Qi-nya.
Di antara sinkronisasi ritme Qi yang mematikan, pertarungan untuk bertahan hidup, dan dunia kultivasi yang tak kenal ampun, Wang Lin harus memilih: apakah ia akan mengendalikan kekuatan gelap ini, atau membiarkan Wang Zhi menguasainya sepenuhnya?
Dalam dunia di mana cinta dan kepemilikan berkelindan dengan darah dan obsesi, satu hal pasti: mereka tidak bisa hidup terpisah.
Todos os Direitos Reservados