Afnan Zachary adalah penguasa di balik meja kaca lantai lima puluh. Sebagai CEO muda dengan reputasi tanpa celah, Afnan tidak mengenal kata 'kompromi', apalagi 'perasaan'. Baginya, hidup adalah kalkulasi matematis yang harus selalu menguntungkan. Dingin, tak tersentuh, dan selalu menatap dunia dengan pandangan meremehkan.
Adrevi bukan sekadar penyanyi yang menjual paras. Ia adalah solois papan atas yang dikenal karena tatapan matanya yang setajam silet dan kepribadiannya yang sebeku es. Di bawah lampu sorot, ia memikat ribuan orang, namun di balik panggung, ia adalah benteng kokoh yang tak membiarkan siapa pun masuk. Ia tidak butuh validasi, apalagi dari seorang pria yang merasa bisa mengatur ritme hidupnya.
Dua jiwa yang sama-sama kaku ini terikat dalam satu kontrak kerja sama yang tak terelakkan. Tak ada sapaan hangat, hanya ada adu argumen yang tajam dan keheningan yang penuh tensi. Namun, di antara jeda nada dan kesibukan bisnis, ada sebuah irama tersembunyi yang mulai bergetar-sebuah perasaan yang terlalu gengsi untuk diakui.
Dalam permainan siapa yang paling acuh, siapakah yang akan lebih dulu menyerah pada melodi yang tak terucapkan itu?
All Rights Reserved