We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Chaos crew

Chaos crew

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 11, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Persahabatan itu seperti Mata dan Tangan: Saat mata menangis, tangan mengusap. Saat tangan terluka, mata menangis. Sama seperti Dio yang memiliki pandangan luas, matanya selalu melirik ke arah cewek-cewek cantik, Kalen yang punya tangan ajaib, mampu membuat isi kosan berantakan, Atau seperti Tembok: bisa menjadi tempat bersandar saat dibutuhkan. Persis seperti Farel si muka datar, Mungkin juga seperti Bintang: Walaupun jauh, tetap memberi cahaya dan harapan, menggambarkan si paling tua, Satria yang narsisnya tingkat dewa. Empat sahabat yang memegang teguh pribahasa, berbeda-beda tetapi tetap satu. Tidak peduli bedanya dari berbagai macam jenis sifat yang kadang-kadang minta di pites satu sama lain yang penting, tetap satu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem
  • KELUARGA ATMODJO [hiatus]
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek
  • Boys In The Kost [END]
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)

[SUDAH TERBIT EBOOK DI GOOGLE PLAY DAN PLAYBOOK] Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines