Binar Senada - SunNote

Binar Senada - SunNote

  • WpView
    Reads 2,037
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
Ketika cahaya bertemu nada. Pertemanan sederhana yang lambat laun merapuh seiring waktu. Bagai korosi yang tak dapat terhindarkan ketika tak bisa lagi dirawat. Arjuna mulai sadar, yang tidak pernah bisa ia berikan pada Yudistira adalah rasa aman. Karena Arjuna selalu datang dengan cinta yang penuh kebutuhan. Tapi Yudistira sendiri mungkin bahkan tidak tahu apakah itu cinta atau cuma kebiasaan belasan tahun. "Kita 'kan temen dari kecil, Yud." "Iya, Juna." Genre : BL, ABO, angst, AU, Mpreg, fanfiction, Yaoi, boyslove. Pairing : Sunnote slight Beernote ft. Beerlens. Character : © Pandavva Story : Nyanters Homophobic disarankan untuk tak membaca buku ini, Terima kasih.
All Rights Reserved
#1
note
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unexpected Husband || Completed [✓]
  • Survive as The Protagonis Little Wife [BL]
  • Last Hope - Cawooz
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Garwo
  • Container for heirs
  • ✓ END | Ashes of Fate [ ABO ]
  • I'm Not Just a Figuran
  • ᵒ̲ⁿ̲ᵍ̲ᵒ̲ⁱ̲ⁿ̲ᵍ̲ Adultrace ▪ nomin
  • Journey

Hari pernikahan Aluna Sharma Wiguna seharusnya menjadi awal dari kehidupan barunya bersama Mahen Arsenio Altair, pria yang diam-diam ia sukai sejak masa kuliah. Namun semuanya berubah ketika mempelai pria itu tidak pernah datang. Di tengah kebingungan dan bisikan para tamu, seorang pria justru berjalan menuju pelaminan, Aksara Bima Altair, adik dari pria yang seharusnya menikahinya. Mahen pergi. Dan tanpa banyak penjelasan, Aksara mengambil tempat itu. "Mulai hari ini, aku yang jadi suami kamu." Sebuah pernikahan yang tidak pernah Aluna bayangkan. Sebuah hubungan yang dimulai tanpa cinta. Tetapi dalam kehidupan pernikahan yang tak terduga itu, Aluna mulai menyadari bahwa pria yang berdiri di sampingnya mungkin bukan sekadar pengganti. Mungkin, dia adalah takdir yang sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines