Be With You

Be With You

  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Sequel Scandal With You (Bisa dibaca terpisah) *** "Kakak Aries milik aku," teriak gadis berumur dua belas tahun itu dengan lantang. "Iya, kakak milik kamu Lalyn," jawab Aries sambil mengacak rambut gadis di hadapannya dengan gemas. "Sampai kapan pun kakak akan jadi milik aku." "Iya." "Janji ya kak?" Lalyn mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Aries. "Iya, kakak janji." Aries membalas uluran jari kelingking Lalyn. Bagi Aries itu hanyalah sekedar ucapan biasa dari seorang gadis yang selama ini sudah ia anggap seperti adik sendiri. Tapi tidak dengan Lalyn, ia sungguh-sungguh dengan ucapannya saat itu. Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu ia masih mengingat dengan jelas kata-kata yang ia ucapkan kepada Aries. Aries adalah cinta pertamanya. Rasa cinta yang Lalyn miliki sudah begitu besar kepada pria itu. Hingga suatu saat Aries menyadarinya, tapi ia memilih untuk berpura-pura tidak tahu dan mulai melakukan berbagai macam kebohongan agar tidak menyakiti hati Lalyn. *** Start: 1 Maret 26
All Rights Reserved
#70
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Stand by Me
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • A dan Z
  • NANGGALA
  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • Hello Mr. Komrad
  • Prahara Lamaran [END]
  • I'm the male lead's wife?

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines