Lembaran-lembaran Masalaluku

Lembaran-lembaran Masalaluku

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
Ini kisahku. Bukan kisah yang penuh canda dan tawa, melainkan lembaran lembaran masalalu yang sering datang tanpa permisi. Di dalam cerita ini aku memilih nama Amora Lovelynia, bukan untuk menjadi orang lain, melainkan untuk merapikan lembaran yang pernah berantakan. Mora adalah aku si Nat, hanya saja ini versi yang berani menatap ulang masa kecilnya. Kisah ini akan membawamu pada kejadian-kejadian kecil yang mungkin tampak sepele, namun diam-diam membentukku menjadi seperti sekarang. Tidak semua kenangan terasa hangat; sebagian besar justru dingin dan menyisakan sesak. Jika kamu bersedia membuka halaman ini, maukah kamu ikut melihat bagaimana seorang anak kecil belajar memendam tangisnya sendiri?
All Rights Reserved
#227
kisahku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • desa kawitan [END]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Secret Relationship
  • ELIAN ✓
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • ELION (bl)
  • Auto Save!

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines