"Berangkat berlima, pulang berlima. Janji, ya?"
Lima pemuda, satu meja kafe di Jogja, dan sebuah rencana besar untuk menaklukkan puncak Gunung Slamet. Januar, si kapten yang kaku namun mengayomi; Juna, yang tenang dan selalu punya koneksi untuk segala hal; Mahesa, pria yang ekspresif dan menyenangkan; Sena, sosok lembut yang mencintai sunyi; dan Kenzie, si bungsu yang tawanya tak pernah habis.
Bagi Januar, Slamet hanyalah satu lagi petualangan sebelum hidup yang sebenarnya dimulai. Dan bagi yang lainnyaz Slamet adalah pendakian terakhir bersama Januar.
Namun, gunung bukan sekadar tumpukan batu dan pepohonan. Ia adalah tuan rumah yang tak tertebak.
Di tengah perjalanan menuju puncak, persahabatan mereka diuji oleh pilihan-pilihan mustahil yang tak pernah ada dalam buku panduan manapun.
Satu orang harus tinggal, satu orang harus berlari, dan satu lagi harus berjuang melawan kantuk yang mematikan.
Di balik kabut yang menyelimuti kawah, sebuah pengorbanan besar sedang disiapkan dan sebuah janji "pulang bersama" akan diuji hingga tetes napas terakhir.
Apakah puncak itu benar-benar memberikan kemenangan, atau justru ia adalah altar yang meminta tumbal dari sebuah kesetiaan?
"Karena di gunung, kau tidak sedang menaklukkan alam. Kau sedang menaklukkan sisi gelap dirimu sendiri."
Park Sunghoon, putra seorang detektif kota yang ternama, memilih untuk mengasingkan diri di sebuah desa terpencil. Di sana, ia berharap bisa melupakan trauma masa lalu yang berkaitan dengan kematian keluarganya. Namun, kedamaiannya terusik ketika sebuah kasus pembunuhan mengguncang desa. Didesak oleh rasa tanggung jawab yang tak bisa dihindari sebagai anak seorang detektif dan dorongan hati untuk mencari keadilan, Sunghoon terpaksa keluar dari persembunyiannya. Dalam diri Sunghoon berkecamuk konflik batin yang hebat. Di satu sisi, ia ingin melupakan masa lalunya dan memulai hidup baru. Di sisi lain, ia merasa terdorong untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan tersebut. Semakin dalam ia menyelidiki kasus ini, semakin banyak rahasia kelam yang terungkap, dan semakin dekat ia dengan kebenaran yang mungkin tak ingin ia ketahui.