PROLOG

PROLOG

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
Aku selalu percaya bahwa cinta yang baik akan menemukan jalannya. Dulu, aku pikir kita adalah jenis cinta yang seperti itu. Tidak banyak drama. Tidak ada orang ketiga. Tidak ada pengkhianatan besar. Kita hanya dua orang yang saling memilih-setidaknya aku pikir begitu. Kita tumbuh bersama di usia yang belum sepenuhnya dewasa. Kamu tahu bagaimana latar belakangku. Aku tahu bagaimana keluargamu. Kita sama-sama mengerti bahwa jalan kita tidak akan mudah. Tapi kamu selalu bilang, "Tenang saja, kita bisa." Aku percaya pada kalimat itu lebih dari apa pun. Aku pernah membatalkan keberangkatan yang seharusnya mengubah hidupku. Tiket sudah hampir di tangan. Mimpi itu sudah sangat dekat. Tapi aku takut membuatmu merasa kecil. Aku takut membuat keluargamu semakin ragu. Jadi aku memilih tinggal. Memilih kita. Waktu itu aku tidak merasa sedang berkorban. Aku merasa sedang menjaga masa depan. Sampai suatu hari, aku sadar-masa depan yang kujaga tidak pernah benar-benar dijanjikan untukku. Pesan terakhir dari ayahmu bukan tentang aku. Bukan tentang siapa diriku. Tapi cukup untuk membuat namaku perlahan menghilang dari rencana hidupmu. Kita tidak pernah bertengkar hebat. Kita tidak pernah benar-benar putus. Bahkan dua hari sebelum akadmu, kita masih berbicara seperti biasa. Kamu masih bertanya apakah kita bisa tetap bersama. Aku masih berharap kamu akan memilih. Ternyata, berharap dan dipilih adalah dua hal yang berbeda. Hari itu, ketika kamu mengucapkan ijab dengan orang lain, tidak ada yang resmi berakhir di antara kita. Tidak ada kalimat penutup. Tidak ada perpisahan yang layak. Hanya aku, yang akhirnya mengerti- bahwa "hampir" adalah jarak paling menyakitkan antara cinta dan kenyataan. Dan sejak saat itu, aku belajar satu hal: yang paling sulit bukan kehilanganmu. Tapi menerima bahwa kita memang tidak pernah sampai.
All Rights Reserved
#34
spiritualromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

More details
WpActionLinkContent Guidelines