N A R A

N A R A

  • WpView
    Reads 972
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2026
ShikaHina- Fanon ketika melihatnya dengan tatapan tak sengaja namun membuat ia ingin berjalan ke arahnya, Shikamaru yang pendiam namun pengertian tertarik pada Hinata Hyuga gadis kalem yang menyimpan banyak luka tetapi hatinya begitu baik. berawal dari perjodohan antar klan keduanya mulai menumbuhkan rasa dengan perlahan nan lembut. dilarang plagiat! semua murni isi pikiran sendiri
All Rights Reserved
#11
hinatahyuga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • CONTROLLED CHAOS
  • Got Dropped into a Ghost Story, Still Gotta Work
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • Garwo
  • Second Life : Bring Me Back To You
  • Jodoh Pilihan Mama
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • TOXIC BOYFRIEND

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines