Hayam Wuruk adalah predator di puncak rantai makanan korporasi. Sebagai CEO Majapahit Group, dunianya dibangun di atas fondasi beton kapitalisme: utang ribawi, ekspansi agresif, dan penaklukan tanpa ampun. Baginya, bisnis adalah perang, dan pemenangnya adalah ia yang memiliki angka terbanyak di laporan tahunan.
Namun, semua logika itu runtuh saat ia bertemu Pitaloka.
Putri mahkota Sunda Corp itu bukan sekadar pengusaha jelita. Di balik hijabnya yang anggun, ia menyimpan kekuatan yang tak bisa dibeli dengan saham: ketaatan mutlak pada syariat. Pitaloka memimpin bisnisnya dengan prinsip bahwa rezeki telah tertakar dan tidak akan pernah tertukar. Bagi Pitaloka, cinta Hayam hanyalah godaan fana jika pria itu masih berlumuran debu Riba.
Di bayang-bayang mereka, Gada mengintai. Sang COO yang dingin ini menganggap perubahan visi Hayam sebagai pengkhianatan terhadap imperium yang mereka bangun. Dengan Shell Company dan spekulasi kejam di sektor riil, Gada siap menghancurkan Sunda Corp demi memaksa Pitaloka bertekuk lutut pada sistemnya.
Kini, Hayam terjepit di antara dua dunia. Ia harus memilih: mempertahankan takhta kekuasaan yang penuh syubhat, atau kehilangan segalanya demi mengejar ridha Ilahi dan martabat wanita yang ia cintai.
Todos los derechos reservados