Jakarta malam itu hujan tipis, dingin menyusup ke tulang.
Aura anak rantau dari Bali, berdiri di kosnya, jaket tipis menempel di tubuh. Ia lelah, tapi jantungnya tidak pernah sebegitu berdebar.
Dan kemudian, Baskara muncul. Bad boy campuran Indonesia-Amerika, tinggi, kulit cerah, rambut hitam dengan streak cokelat terang. Tatapannya tajam, senyumnya jarang, tapi cukup untuk membuat Aura merasa seluruh dunia berputar.
Satu sentuhan lengannya.
Satu gesekan punggung di lift.
Satu tarikan tangan yang terlalu dekat.
Setiap sentuhan Baskara membuat kulit Aura panas, hati berdetak liar, dan pikirannya kacau. Ia tahu ini salah, tapi tidak bisa menolak.
Di sisi lain, ada Yudistira-tenang, dewasa, sahabat Baskara sejak SMA, selalu ada untuknya. Kata-katanya lembut, gesturnya menenangkan, dan Aura mulai merasakan kenyamanan yang berbeda... sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan dari Baskara yang liar.
Kini Aura berdiri di tengah dua dunia:
api yang membakar dan menggoda, dan hujan yang menenangkan tapi membuat hatinya bingung.
Satu sentuhan dari Baskara bisa membuatnya tergila-gila.
Satu tatapan dari Yudis bisa membuatnya rindu.
Dan Aura tahu-cinta kali ini tidak akan aman.
Ia tidak akan sederhana.
Ia bisa membuatnya terseret dalam bahaya yang manis sekaligus mematikan.
Creative Commons (CC) Attribution