JEVON
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 12, 2026
Ini cerita tentang tiga orang yang terjebak dalam satu janji yang nggak seharusnya dibuat. Jevon Marcello Nicholas, 19 tahun, mahasiswa Universitas Remaja Indonesia. Ketua gang motor kampus. Keras kepala, kelihatan nggak peduli apa-apa, tapi sebenarnya cuma nggak pernah belajar cara kehilangan. Pacarnya, Kiara, adalah satu-satunya orang yang bisa ngimbangin dia. Tomboy, berani, nggak pernah takut ribut, dan selalu berdiri di depan kalau dunia terasa terlalu ribet. Lalu ada Kaina. Saudara kembar Kiara. Wajah sama, tapi hati berbeda. Lebih tenang. Lebih lembut. Lebih banyak diam daripada teriak. Semuanya berjalan biasa - sampai satu rahasia mulai masuk di antara mereka. Sebuah penyakit, sebuah permintaan, sebuah janji yang mungkin terlalu egois untuk disebut pengorbanan. Ketika seseorang pergi, apakah menggantikannya benar-benar bisa menyelamatkan yang ditinggalkan? Atau justru menghancurkan semuanya lebih pelan? Karena kadang, yang paling menyakitkan bukan kehilangan. Tapi mencintai orang yang salah... dengan wajah yang sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines