Retak yang Sama (REVISI!)

Retak yang Sama (REVISI!)

  • WpView
    Reads 4,282
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
Keano dan Seano, si kembar yang berbeda. Banyak yang bilang mereka mirip, namun lain lagi bagi mereka yang bahkan tidak pernah sekalipun merasa demikian. Keduanya tumbuh sebagai anak yang menutup diri dari dunia luar, banyak luka yang di tutup rapat oleh Keano dan Seano. Keano yang sedari kecil sudah belajar bahwa tarikan nafas itu adalah sebuah perjuangan, bukan hanya semata karena asmanya kambuh, melainkan karena dunia yang terasa terlalu berat untuk ia lalui. Keano menutupi lukanya dengan senyuman, banyak yang akhirnya menganggap Keano adalah anak yang hidupnya selalu berjalan baik-baik saja, namun tidak bagi Seano. Di balik itu semua, Seano juga sama jauhnya dari kata baik-baik saja. Jika Keano menyembunyikan luka di balik senyum, maka Seano menyimpannya dalam diam yang panjang. Ia tidak pandai berpura-pura. Matanya terlalu jujur untuk mengatakan semuanya baik-baik saja. Seano tumbuh dengan beban ekspektasi yang tak pernah ia minta. Setiap nilai harus sempurna, setiap langkah harus lebih unggul, setiap kesalahan terasa seperti vonis yang tak bisa diampuni. Mereka adalah dua sisi dari cermin yang retak. Sama-sama terluka, hanya cara bertahannya yang berbeda.
All Rights Reserved
#637
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  Laut temaram
  • Keanu
  • My True Feelings || Keonho w. Cortis✔️
  • Buried Shadow
  • Langkah Pulang Tanpa Sambutan
  • ALL ABOUT DEVAN [slow up]
  • Keano
  • Angka dan Samudranya
  • Keano
  • Joyride

Sunyi menelan kegelapan, Laut berdiri diatas batu karang yang hampir hancur diterjang ombak. "Bunda... tolong bawa Laut keatas sana.. Dunia jahat banget sama Laut bunda... " ────୨ৎ──── Kala dunia tak lagi mempercayainya atas tuduhan yang tidak benar benar dilakukannya, Laut hanya menggenggam asa kosong ditengah tengah sunyi yang semakin mencekik Laut. Bundanya tidak meninggal karena dirinya, tetapi kenapa harus dia yang menanggung deritanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines