Lucio adalah seorang ayah muda yang berusaha keras menjadi sandaran bagi keluarganya di tengah hidup yang sederhana. Di balik wajahnya yang selalu tenang, tersimpan lelah yang jarang ia ceritakan. Ia bekerja siang malam, bukan demi ambisi, melainkan demi satu hal: memastikan putrinya, Hania, tumbuh dengan senyum yang tak pernah pudar.
Delby, sang ibu, adalah sosok hangat yang menjadi penenang di rumah kecil mereka. Ia mungkin tak punya banyak hal mewah untuk diberikan, tapi ia punya hati yang selalu penuh untuk keluarganya. Setiap pelukan Delby adalah tempat pulang, setiap tatapannya adalah doa yang tak terucap.
Hania, dengan senyum kecilnya, adalah pusat semesta mereka. Di mata Lucio dan Delby, dunia terasa lebih luas karena ada langkah kecil yang harus dijaga, lebih terang karena ada tawa polos yang harus dipertahankan.
Novel ini mengisahkan potongan-potongan kecil kehidupan keluarga sederhana: perjalanan pulang di bawah lampu kota, obrolan ringan yang menyembunyikan banyak rasa, dan momen-momen sunyi di mana cinta tak perlu diucapkan. Di balik senyum Hania, ada rumah yang dibangun dari pengorbanan, harapan, dan cinta yang tumbuh diam-diam-pelan, tapi kuat.
Tutti i diritti riservati