"Kunyah ini. Jangan ditelan sampai saya bisa merasakan kelezatannya lewat lidah kamu. Mulai malam ini, kamu adalah pemandu rasa saya." Bagi Thea, tawaran gila dari Chef megabintang sesadis Devanandra terdengar seperti tiket keluar dari jerat utang pascakelulusan. Dia tidak disewa untuk memotong sayur atau mengelola restoran, melainkan menjadi Memory-Anchor bagi lidah Devan yang telah mati rasa akibat kutukan makhluk gaib purba. Devan adalah seorang perfeksionis yang angkuh, dan hilangnya kemampuan mengecap adalah neraka personal baginya. Saat tidak sengaja menyuapi Thea sepotong daging terkutuk yang mendadak kembali sempurna, Devan tahu ia telah menemukan "penawar" sekaligus obsesi barunya. Sebuah Kontrak Rasa hitam di atas putih pun ditandatangani. Di tengah kepulan asap dapur bintang lima dan teror tak kasat mata yang mengintai di sudut-sudut restoran, Thea harus berdiri di sisi Devan. Setiap suapan intim yang mengalirkan rasa di antara lidah mereka perlahan mengikis batasan profesional. Devan menjadi terlalu posesif terhadap satu-satunya wanita yang bisa membuatnya merasa "hidup". Di dapur yang penuh rahasia ini, aturan nomor satu sangat sederhana: Jangan biarkan rasa itu hambar. Karena sekali Thea berhenti mengecapnya, sesuatu yang lain di dalam kegelapan akan ikut menyantap kewarasan mereka berdua
More details