Kenapa anak yang paling berisik justru yang paling sepi? Di setiap keluarga selalu ada peran yang tak tertulis. Ada yang dibanggakan. Ada yang dimanjakan. Dan ada yang bertugas menjaga suasana tetap hangat. Di keluarga Juna, peran terakhir itu jatuh pada Devin. Ia bukan anak yang paling membanggakan. Bukan pula yang paling dicari saat rindu datang. Ia berada di tengah, yang selalu mencoba memberikan kehangatan lewat tingkah absurdnya. Cukup terlihat, tapi jarang benar-benar diperhatikan. Tak seorang pun benar-benar bertanya apa yang ia inginkan. Dan Devin pun terlalu pandai berpura-pura baik-baik saja. Namun bahkan topeng pun punya batas. Suatu hari, sesuatu yang dipendam terlalu lama akan menemukan caranya untuk pecah. Ini bukan kisah romansa remaja. Bukan pula cerita kenakalan biasa. Ini tentang seorang anak yang tumbuh di tengah keluarga yang tak selalu memilihnya. Akankah Devin mampu berdiri tanpa kehilangan dirinya sendiri? Atau ia akan lelah... dan akhirnya menyerah dibalik topeng "baik baik saja "
Detail lengkap