Hujan turun deras malam itu. Ginny berdiri di halte dengan seragam yang mulai basah, memeluk tasnya erat. Hari pertamanya di SMA Arunika Elite tidak berjalan baik. Tatapan meremehkan. Bisikan pelan. Tawa yang sengaja tidak disembunyikan. Dan satu nama yang paling ia dengar sepanjang hari- Jayna Mahesa. Gadis paling berpengaruh di sekolah. Dingin. Dominan. Tidak tersentuh. Mobil hitam berhenti di depannya. Kaca jendela turun perlahan. "Masuk." Suara itu rendah. Tegas. Tidak memberi pilihan. Ginny menatapnya. Ia tidak tahu bahwa malam itu bukan sekadar tumpangan. Itu awal dari luka yang akan sulit sembuh.
More details