Memikat Jacqueline

Memikat Jacqueline

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 13, 2026
Bagi Jacqueline Hayes, kemerdekaan adalah hukum absolut. Di usia tiga puluh, dia telah membangun kerajaan fashion-nya dengan keringat dan air mata, tanpa memberi ruang bagi pria yang hanya akan menjadi benalu patriarki dalam hidupnya. Baginya, cinta hanyalah gangguan yang mahal. Akan tetapi, Jules Chevalier tidak mengenal kata "Tidak." Sebagai pengusaha muda yang terbiasa mendapatkan apa pun dan siapa pun dengan sekali jentikan jari, dunianya mendadak jungkir balik saat bertemu Jacqueline. Wanita itu dingin, tak tersentuh, dan sama sekali tidak terkesan dengan pesonanya. Bagi Jules, Jacqueline bukan lagi sekadar target untuk ditaklukkan; dia adalah candu. Pertemuan di Unbound Atelier seharusnya hanyalah transaksi biasa. Namun, di antara deretan kain dan aroma parfum yang memabukkan, permainan kucing dan tikus pun dimulai. Keduanya terjebak dalam delusi masing-masing: Jules menganggap Jacqueline adalah target berikutnya, sementara Jacqueline yakin Jules hanyalah gangguan narsistik lainnya. Saat gairah mulai meruntuhkan tembok pertahanan Jacqueline, sebuah pertanyaan muncul: mampukah dia tetap memegang kendali? Atau, mungkinkah Jules akan membuktikan bahwa menyerah pada perasaan tidak selamanya berarti kehilangan kebebasan? 21+
All Rights Reserved
#180
billionaire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (On Going)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Daddy Sitter 21+ (END)
  • Dimiliki oleh Pria yang tidak punya hati
  • Merciless Ex Obsession
  • Bound By His Will
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Satu Tahun Saja

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines