AYAM KAMPUS GANESHA

AYAM KAMPUS GANESHA

  • WpView
    Reads 3,785
  • WpVote
    Votes 511
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2026
Radja Kabir nggak pernah minta dilahirkan jadi anak kebon teh. Tapi waktu tulisan biru itu muncul di layar HP-nya "Institut Teknologi Bandung, FTMD" dia tau hidupnya nggak bakal sama lagi. Karena di Bandung, yang dijual bukan cuma waktu. Kadang... tubuh. Kadang... perasaan. Dan Kabir nggak pernah main setengah-setengah. Elang: "Ini bukan dunia buat anak baik kayak lo." Kabir: "Terus siapa bilang gua anak baik?" Kabir: "Lo pikir gua jijik?" Elang: "Harusnya iya." Kabir: "Sayangnya gua malah kesel. Karena yang bisa mesen lo harusnya cuma gua." Kabir: "Kalau lo butuh duit, ngomong. Jangan jual diri kayak barang diskonan." Elang: "Terus lo datang ke kamar itu buat apa? Ngaji?" Kabir: "Di ITB gua belajar mesin." "Elang ngajarin gua cara rusak." Hrt as Kabir Jw as Elang Ini HaJeongwoo fanfict yang aku lokalisasi. Visual tokohnya bebas kalian bayangin sendiri yaa. Selama kalian enjoy ceritanya, aku udah paling seneng. warning! • Fiksi • Boys Love [bxb] • Mature content • Male Pregnant [M-preg] • Boypussy • Harsh word [non baku]
All Rights Reserved
#57
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALPUS vs MAHAKAM
  • Untouchable | Hajeongwoo. ft mashikyu✔
  • RIVAL [New Version]
  • PARADE
  • Young Papa | Hajeongwoo ft Junghwan✓
  • BAD LUCK ㅤ [HAJEONGWOO]
  • DOYAN CAMPING
  • KISMET [HAJEONGWOO]
  • MPL
  • unforgettable love

Jakarta Selatan bukan cuma soal latte art dan Vespa estetik. Di balik tembok Jalan Sisingamangaraja, ada perang kasta yang nggak pernah diumumin, tapi semua orang tau batasnya. Haruto adalah definisi sempurna dari "Anak Emas Jaksel". Dengan seragam batik ijo Al-Azhar Pusat (Alpus) yang mentereng, Vespa Sprint edisi terbatas, dan dukungan penuh "Umi-Abi", dia merasa memiliki segalanya. Baginya, hidup adalah soal konten TikTok velocity, open table di club mewah, dan memastikan kasta Alpus tetap berada di puncak rantai makanan. Di seberang tembok, ada Jeongwoo dan barisan SMA 6-Mahakam. Berandalan dengan batik Ungu kusam, yang lebih akrab dengan aroma asap rokok batangan dan kopi sachet warkop. Bagi mereka, anak Alpus hanyalah sekumpulan bocah manja yang sok suci di depan guru tapi busuk di balik layar. "Batik lo boleh disetrika tiap pagi. Tapi nyali lo? Kusut dari lahir." "Lo kira keras itu keren? Lo cuma berisik karena nggak pernah punya apa-apa." "Harga batik lo bisa beli sekolah gue. Tapi satu hal yang nggak bisa lo beli? Respek." "Respek? Itu buat orang yang punya masa depan. Lo aja nggak yakin besok masih di sini." "Lo selalu bilang gue nggak punya masa depan? Selamat, sekarang masa depan gue... ada di perut gue." "Berapa minggu?" Sekarang ini bukan soal sekolah mana yang paling elit. warning! • Fiksi • Boys Love [bxb] • Mature content • Male Pregnant [M-preg] • Harsh word [non baku]

More details
WpActionLinkContent Guidelines