Between Hate and Mine

Between Hate and Mine

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 2, 2026
Luna dan Nendra sudah saling benci sejak mereka duduk dibangku kelas 10. Ejekan yang jadi rutinitas, adu nilai yang terasa seperti perang, dan tatapan yang selalu mencari celah untuk menusuk. Di depan kelas mereka bertarung dengan kata, di sela jam pelajaran mereka saling menantang dan semua orang di SMA Widyatama Mandala tahu kalau hubungan mereka bukan sekadar persaingan-itu pertunjukan dua ego yang tak mau mengalah. Tapi di balik sindiran dan dinginnya sikap, ada satu hal yang tak bisa disembunyikan, yaitu obsesi. Ia yang selalu mengejek tiba-tiba pulang lebih lambat hanya untuk melihat apakah gadis itu sampai rumah, rahangnya menegang saat melihat tangan lain terlalu dekat, dan senyum sinisnya menyimpan waspada yang tak mudah dijabarkan. Benci dan perhatian berjalan berdampingan-ia mendorongnya menjauh dengan kata, namun diam-diam memastikan tak ada yang benar-benar mengambilnya. Started - February 2026 Status - On Going
All Rights Reserved
#193
obsession
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines