Berjuang Bersamanya

Berjuang Bersamanya

  • WpView
    Reads 653
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 22, 2026
Dia yang tidak puas akan akhir yang terjadi, dan Dia yang lelah akan banyak hal yang terjadi. "Apa kau masih punya keinginan hingga saat ini boruto...?" "Yah, sudah tidak ada lagi yang bisa di harapkan. Kurasa...kembali ke masa lalu tidak buruk." "hah...harapan yang konyol bukan" ucapnya sambil tertawa getir dengan mata yang terpejam. "Tidak, sama sekali tidak. Kalau bisa...aku pun juga ingin seperti itu" "Aku merindukan mereka borutoo...hiks" "Aku juga sarada..." "Aku mencintaimu, sarada" ~~~~~ "Hah, apa ini?! apa sekarang aku di surga...tidak mungkin, ini....??" "Sarada!? aku harus pergi..." "Brakk..." ~~~~~ "mama" gumamnya dengan lemah "Nani sarada? apa kau bermimpi buruk??" "astaga, putri mama...sudah jangan menangis" ~~~~~ "Apa mimpi mu sangat menakutkan?" "sudah ya, oka-chan disini kok" ~~~~~ "Apa ini hal bagus sarada?" "aku takut, kalau harus merasakan kejadian kejam itu untuk kedua kalinya" "Bukankah ini keinginan kita boruto?" "mungkin kali ini kita disuruh mengambil jalan yang berbeda..." "aku, bingung sarada" "bagaimana harus mengahadapi kenyataan ini..." "aku tau, mungkin sulit bagimu...tapi hal ini sangat kita impikan di masa itu bukan?" "aku..." "ayo boruto, kita harus maju" "apapun yang terjadi saat ini...mari kita nikmati saja dulu, kau tau kan" "aku amat merindukan mereka...hiks"
All Rights Reserved
#36
sarada
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Given || Ju Jihoon
  • The King & The Doctor
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines