Aruna selalu menganggap cinta adalah rumah yang aman, sampai akhirnya sosok Gibran yang sudah direstui penuh oleh kedua orang tuanya memutuskan pertunangan mereka secara sepihak. Kepergian Gibran bukan hanya mematahkan hati Aruna, tapi juga meruntuhkan harapan besar keluarganya yang selama ini mengandalkan Gibran sebagai "PENYELAMAT"
Aruna kini terjebak dalam labirin yang menyesakkan. Di satu sisi, ia harus berdamai dengan rasa sakitnya sendiri. Di sisi lain, ia harus menghadapi tekanan ibunya yang terus membanding-bandingkan Aruna dengan saudaranya yang sudah sukses, serta ekspektasi ayahnya yang diam-diam menyimpan kekecewaan mendalam.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang, kini terasa seperti medan perang yang penuh sindiran dan tuntutan.
Hingga akhrinya datang lah seorang pria yang bernama Rifki, Aruna bertemu dengan Rifki dia adalah sahabat lama nya. Namun, hubungan mereka tidak berjalan mulus. Keluarga Aruna menganggap Rifqi hanya lah seorang arsitek idealis, tidak mampu memberikan jaminan masa depan secerah Gibran.
Keadaan semakin rumit ketika sebuah rahasia keluarga terungkap, alasan Gibran pergi ternyata berkaitan dengan utang budi dan kesalahan masa lalu antara orang tua Aruna dan orang tua Gibran. Aruna menyadari bahwa patah hatinya bukan sekadar urusan asmara, melainkan tumbal dari benang kusut yang ditenun oleh keluarganya sendiri selama bertahun-tahun.
All Rights Reserved