Story cover for KAMAR 132 by tatalopmatchaa
KAMAR 132
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 23
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 23
Complete, First published Feb 28
Kamar 132 selalu diisi tiga anak.

Tidak pernah dua.
Tidak pernah empat.

Zavían, Neyden, dan Rakael tidak pernah menyangka bahwa kamar yang mereka tempati menyimpan jejak sepuluh tahun lalu-tentang tiga anak lain yang "dipindahkan"... namun fotonya terpajang sebagai anak yang meninggal.

Sebuah tangga tersembunyi.
Gudang lembap.
Pintu rahasia di balik wallpaper.
Dan ruangan kedua yang seharusnya tidak pernah ada.

Semakin mereka mencari tahu, semakin dalam kebenaran itu menyeret mereka-hingga pada satu nama muncul kembali:

Anggara.

Dan satu yang tidak pernah benar-benar pergi.

Damar.

Apa yang sebenarnya terjadi sepuluh tahun lalu?
Kenapa kamar 132 selalu berisi tiga anak?
Dan apakah kecelakaan yang merenggut seluruh keluarga mereka benar-benar kecelakaan?

Di tempat yang seharusnya menjadi rumah bagi anak-anak tanpa keluarga, tersimpan rahasia yang lebih gelap dari malam.

Karena di kamar 132-

satu pernah mati.
dua pernah selamat.
dan tiga... selalu menjadi target berikutnya.
All Rights Reserved
Sign up to add KAMAR 132 to your library and receive updates
or
#48melawan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Bound to Him cover
Shadow in the Lab cover
Netra : The Untold Story cover
FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆ cover
The Clean Hands Club [h2h] cover
SHEA SANG FIGURAN cover
Intel Bucin cover
Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)  cover
Trasmigrazione Gemellare Antagonista.    cover
SEÑOR V [END] cover

Bound to Him

54 parts Complete

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."