Karna-Pradipam: The Lantern of Angga
Kita menyelami sisi lain dari kisah epik Mahabharata. Di tengah ketegangan menjelang perang besar di Kurukshetra, lahirlah sebuah kisah tentang pengorbanan, kesetiaan, dan cinta yang tulus di istana Angga. Terjebak dalam pusaran konflik antara Pandawa dan Kurawa, seorang wanita dari masa lalu Karna berusaha menjadi pelindung terakhir bagi jiwa yang terluka. Menggunakan kelembutan teratai dan kehangatan cahaya lentera, ia mencoba menghalau kutukan dan takdir kelam yang terus membayangi sang Raja Angga.
Menjadi putri di masa Mahabharata bukanlah perkara mudah, terlebih ketika hatinya justru tertambat pada Karna-sang Raja Angga yang selalu diselimuti prasangka dan kepedihan dunia. Di bawah restu Sang Surya, hubungan mereka terjalin di antara aroma bunga teratai dan tarikan busur panah. Saat dunia menuntut Karna untuk menjadi lilin yang membakar dirinya sendiri demi kesetiaan, sang putri bertekad menjadi Pradipam-lentera yang akan menerangi jalan gelap sang ksatria, meski ia harus menantang suratan takdir yang digariskan para dewa. Mampukah cinta mereka mengubah akhir dari sebuah tragedi besar?
DISCLAIMER
• Tanpa mengurangi rasa hormat kepada umat Hindu serta kesucian naskah asli Wiracarita Mahabharata, kisah ini murni merupakan karya fiksi penggemar dan bersifat imajiner.
• Demi kebutuhan visualisasi dan pengembangan plot, penulis melakukan penyesuaian besar pada alur, sifat karakter, serta linimasa cerita. Pembaca diharapkan bijak dalam memisahkan teks religius/historis dengan elemen fiksi ini.
• Seluruh ide cerita mengenai perjalanan Samaira adalah murni buah pemikiran kreatif penulis. Dilarang keras menggandakan, menyalin, atau menyebarluaskan karya ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis.
• Visualisasi sebagian adegan dalam cerita bisa di tonton di tiktok @annaserarluna, supaya pembaca bisa lebih terbawa suasana oleh alur ceritanya