BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE YA FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA SUPAYA GAK KE ACAK
Di Fakultas Teknik Universitas Nusantara , ada satu hukum tak tertulis, Jangan pernah berada di satu ruangan yang sama saat Nathan Aditya dan Nadine Clarissa sedang berdebat.
Nathan Aditya, Ketua BEM Fakultas tekhnik yang dijuluki "The Concrete King". Dia adalah personifikasi dari garis lurus, logika absolut, dan efisiensi struktur. Baginya, organisasi adalah mesin yang harus berjalan presisi tanpa cacat. Dingin, otoriter, dan tidak tersentuh.
Nadine Clarissa, Kepala Divisi Kreatif yang dikenal sebagai "The Chaos Queen". Dia adalah ledakan warna di atas kanvas abu-abu Nathan. Baginya, arsitektur dan organisasi adalah seni yang punya nyawa. Impulsif, berisik, dan pemberontak sejati.
Pertengkaran mereka adalah makanan sehari-hari anggota BEM. Meja yang digebrak, dokumen yang dilempar, hingga aksi saling diam yang mencekam. Anggota BEM lain sudah lama angkat tangan, mereka tahu bahwa di balik argumen soal anggaran dan konsep pameran, ada percikan api yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar urusan organisasi.
Namun, sebuah insiden di ruang rapat yang terkunci mengubah segalanya. Amarah yang memuncak berubah menjadi gairah yang primitif. Di antara tumpukan maket dan draf anggaran, Nathan dan Nadine menyadari bahwa batas antara membenci seseorang dan menginginkan seseorang itu setipis kertas kalkir.
Kini, mereka harus memainkan sandiwara paling sulit dalam hidup mereka, Menjadi rival yang saling menjatuhkan di depan publik, sementara di balik pintu tertutup, mereka adalah dua kutub yang saling melumat dalam obsesi yang tak terkendali.
Dunia Nathan yang kaku mulai retak, dan warna Nadine mulai meresap ke dalam beton pondasinya. Siapa yang akan runtuh lebih dulu? Struktur yang kokoh, atau sketsa yang bebas?
All Rights Reserved