Caught in His Gaze [Borusumi]

Caught in His Gaze [Borusumi]

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2026
WpInfo
Fanfic
Sejak hari takdir mempertemukannya dengan Uzumaki Boruto, hidup Kakei Sumire tak lagi berjalan seperti biasanya. Pertemuan itu bukan sekadar kebetulan, melainkan awal dari rangkaian peristiwa yang perlahan menyeretnya pada kemalangan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di balik senyum dan harapan yang sempat tumbuh, tersembunyi bayang-bayang masa lalu yang kembali menghantuinya. Ia tak pernah menyangka, sosok yang begitu berwibawa itu mampu menembus pertahanannya yang selama ini ia bangun dengan susah payah. Tanpa ia sadari, hatinya telah lebih dulu goyah. Ironisnya, bukan hanya perasaannya yang terikat, nasibnya pun kini berada dalam genggaman kuasa pria tersebut. ~ "Fakta bahwa kau telah menjadi yang pertama bagi Uzumaki Boruto bukan hal sepele. Konsekuensinya jelas, kau tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari tanggung jawab." Mata Sumire membelalak tajam, napasnya memburu oleh amarah. "Kau sungguh keterlaluan! Menurutmu siapa yang sebenarnya merenggut kesucianku malam itu?" suaranya bergetar, antara marah dan tak percaya. "Baiklah," ujarnya santai, seolah semuanya sederhana. "Anggap saja itu dinamika rumah tangga." Ia lalu mencondongkan wajahnya sedikit. "Namun kau milikku. Jangan sampai aku melihatmu berpaling pada laki-laki lain."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor ✓
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Given || Ju Jihoon
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines