Bagi Agra Galan Mahendra, hidup adalah tentang angka, proyek, dan kemenangan. Baginya, cinta dibuktikan dengan kemegahan istana yang ia bangun dan miliaran rupiah yang ia kumpulkan. Namun, sebuah kegagalan fatal di London meruntuhkan segalanya. Amarahnya meledak, menghantam satu-satunya orang yang selalu menantinya pulang: Erine, istrinya.
Di balik dinding marmer rumah mereka, sebuah badai besar pecah. Tuduhan demi tuduhan dilontarkan, hingga satu kalimat dari Erine menghentikan detak jantung Agra: "Aku capek dibentak setiap kamu pulang! Kamu bahkan tidak pernah mengatakan cinta padaku!"
Malam itu, pintu kamar terkunci rapat, memisahkan sang penguasa bisnis dengan dunianya. Di lorong yang sunyi, Agra dipaksa berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa harta sebanyak apa pun tidak bisa membeli oksigen dalam rumah tangganya yang mulai menyesakkan.
Saat fajar menyingsing, mampukah Agra meruntuhkan tembok egonya dan mengakui bahwa di balik setelan jas mahalnya, ia hanyalah pria rapuh yang tidak bisa hidup tanpa melihat wajah Erine setiap pagi? Atau akankah retakan itu menjadi jurang yang selamanya memisahkan mereka?
All Rights Reserved