Phuwin dan kakaknya, Bonnie, dibesarkan di rumah yang dingin dan penuh tuntutan. Di mata orang tua mereka, "cukup" tidak pernah ada; setiap kata bisa menusuk, setiap kesalahan diingat dan dibesar-besarkan. Di rumah itu, lemah adalah kata terlarang, dan Phuwin belajar sejak kecil untuk menahan rasa sakit, menyimpan dendam, dan memendam amarah. Bonnie selalu ada di sisinya, satu-satunya tempat aman di dunia yang penuh tekanan, tapi mereka berdua tahu: tidak ada pelarian dari standar sempurna yang ditanamkan orang tua mereka.
Ketika mereka dipindahkan ke sekolah baru-sekolah yang katanya akan "mendorong mereka lebih keras"-Phuwin bertemu Pond. Anak itu nakal, usil, dan pembully sejati. Awal pertemuan mereka penuh clash; ejekan Pond selalu tepat sasaran, dan Phuwin yang tidak pernah takut, membalas dengan cara yang sama tajamnya. Apa yang dimulai sebagai pertempuran ego dan dendam, perlahan menjadi permainan berbahaya antara dua karakter yang sama-sama sulit ditaklukkan.
Di antara candaan sarkastik, prank, dan pertarungan mental, mereka menemukan sesuatu yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya-respek, ketertarikan, dan ketegangan yang terus memuncak. Tapi di balik semua itu, Phuwin masih menyimpan luka dari rumahnya, sementara Pond, dengan semua sisi nakalnya, adalah tantangan yang terlalu menarik untuk dihindari.
Siapa yang akan mundur lebih dulu? Dan siapa yang akan tetap berdiri ketika semua red flag di depan mata mereka menyalakan api konflik yang semakin panas?
All Rights Reserved