Short Stories: Behind the Process Chapter One

Short Stories: Behind the Process Chapter One

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2026
Saya Membuat Short Stories Ini Untuk Refleksi Diriku Saja Setelah Menulis Bab 1 Dari Novel Ku Yang Berjudul "The Void of Fractured existence: The Johan Notes". Ini Menceritakan Bagaimana Dibalik Proses Bab 1 Dalam Novel Itu, Mulai Dari Memikirkan cerita, Memikirkan Nama Karakter Dan Bagaimana Dia, Lalu Kata-kata Puitis dari Bab 1, Lalu Apa Tema Dan Genre nya. Serta Saya Terinspirasi Banyak Tokoh Nyata Seorang Penulis Seperti Yang Saya Kagumi Yaitu Fyodor Dostoyevsky, Friedrich Nietzsche, J. D Salinger, Ernest Hemingway, Paulo Coelho, Miguel De Cervantes, Soren Kierkegaard, Edgar Allan Poe, Haruki Murakami, Dan Jean-Paul Sartre Dan Semua Tokoh Yang Saya Sebut Ada Di Dalam Bab 1 Saya Bisa Dibilang Adalah Seseorang Yang Eksistensialis Realis Seperti Sartre, Short Stories Ini Lebih Menceritakan Monolog Maupun Pendapat Saya Yang Muncul Dari Benak Saya Dan Mungkin Short Stories Ini Memang Tidak Mencakup Keseluruhan Cerita Dari Novel Saya yang "The Void of Fractured existence: The Johan Notes" Dan Hanya Mencurahkan Atau Bisa Dibilang Pengalaman Saya Saat Menulis Bab 1 Itu Dan Ini Hanya Cerita Pendek Jadi Saya Terpikirkan Untuk Membuat Short Stories Juga, Dan Semoga Para Pembaca Terlebih Dahulu Membaca Karya Saya Yang The Void of Fractured existence: The Johan Notes, Agar Nanti Bisa Memahami Proses Saya. Ini Bukan Sinopsis Maupun Deskripsi Namun Curahan Dari Benak Saya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • REGAN's Crazy Wife
  • Chana's Transmigrasi
  • Change The Plot (Niel)
  • Drama di Pintu Kosan
  • Mission
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines