We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tigravara : Puncak Predator

Tigravara : Puncak Predator

Season 2 of 2
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Crime
Assassin and Espionage
Survival
Novel ini adalah lanjutan Seri Pertama Tigravara Sumatera sedang membara. Pasca aliansi tegang antara desa tersembunyi Guavara dengan organisasi The Vault, Arya Prasetya (Tigravara) harus memikul beban berat: menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi luar dan hukum rimba yang sakral. Namun, di tengah hutan Jambi yang mulai dijamah alat berat, sebuah teror baru muncul tanpa suara. Dimas Arkalana, seorang jenius bioteknologi asal Yogyakarta yang muak dengan kehancuran habitat satwa, telah bermutasi menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari sekadar manusia. Dengan serum DNA felin yang ia ciptakan, Dimas kini menjadi Meowstrik-sang shapeshifter liar yang membawa dendam dari tanah Jawa ke jantung Sumatera.
All Rights Reserved
#859
cinta
WpChevronRight
Series

Tigravara

  • Tigravara : Guardian Of Sumatra
    Season 1
    53 parts
  • Season 2
    11 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • Side Character Syndrome
  • AVISENA
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor!
  • Ervan Carolline
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Stuck Between The Pags
  • The Last Antagonis

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines