Askara Pelita

Askara Pelita

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2026
Seorang gadis berdiri di depan sebuah toko, ia menyalakan ponselnya dan membuka aplikasi hijau untuk memesan ojol. Saat ia masih sibuk berkutat dengan ponselnya, tiba-tiba.... Bruuukkkk.... Byuuurrrr.... "eh, sorry-sorry gue gak sengaja." "buku gue..." "hei...hello...lo denger gue kan? lo baik baik aja kan" "lo buta ya? lo gak liat kalo gue jatoh? lo pikir gak sakit gitu?" "sorry gue gak sengaja, gue buru buru banget tadi" "lo punya mata kan, lo liat gara gara lo buku gue nyebur semua! " "sorry, sorry banget gue gak sengaja, gue bakal gan.... " "eh, maaf ya gue seriusan lagi buru buru, gue janji bakal ganti buku lo, sorry gue duluan " "woi tanggung jawab lo..... " ***** Pertemuan pertama mereka berawal dari ketidak sengajaan. Pertemuan yang diawali dengan hal yang tidak menyenangkan tersebut siapa sangka akan mereka di pertemukan kembali di sekolah yang sama, akankah si gadis manis yang di tabraknya akan mengingat kejadian pada pertemuan pertama mereka. dan bagaimana kelanjutan kisah mereka? Yukk cari tau kelanjutan kisah mereka! Dan temukan jawabannya pada setiap partnya. Ayo ikuti kisah perjalanan cinta mereka yang dipenuhi plotwish. Mari bantu mereka menemukan jawaban atas teka teki hati mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines