Forbidden Prestige

Forbidden Prestige

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 2, 2026
Lantai marmer koridor Hogwarts biasanya hanya memantulkan suara langkah sepatu bot kulit yang mahal dan teratur. Namun malam itu, iramanya rusak. Ada dentum sepatu converse yang lawas, lusuh, dan terlihat penuh sentuhan tulisan dari pena. Ia adalah Lucena, yang kini berdiri di sana, menyandarkan punggungnya pada pilar batu. Jubah Ravenclaw-nya tidak lagi rapi, dasinya yang dilonggarkan, dan beberapa peniti tersemat di kerah seragamnya yang lusuh. Gadis itu dengan skateboard merah yang diapit tangan kanannya dan tas guitar yang ia gendong dipunggung, tersenyum miring sambil menatap remeh lukisan-lukisan dinding yang terus berbisik mencelanya. "Kau merusak pemandangan, Ravenclaw," sebuah suara dingin membelah sunyi. Draco Malfoy muncul dari kegelapan, berdiri tegak dengan dagu terangkat-simbol dari segala bentuk prestige dan kesempurnaan darah murni. Matanya yang kelabu menatap jijik pada rambut Lucena yang berantakan dan aura "berandal" yang dipancarkannya. Lucena tidak menunduk. Ia justru menyeringai, mengembuskan tawa pendek tepat ke arah wajah sang pangeran Slytherin. "Dan kau terlalu membosankan untuk dipandang, Malfoy. Terlalu rapi, sampai aku ingin melihatmu hancur sesekali." Draco seharusnya pergi. Ia seharusnya melontarkan makian tentang darah atau kelas. Namun, untuk pertama kalinya, langkah kakinya terpaku. Ada sesuatu yang liar dan tak terkendali dari gadis Ravenclaw ini yang mulai membakar rasa penasarannya-sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan emas maupun nama besar keluarga. Malam itu, Draco menyadari satu hal: Gengsinya dan statusnya mungkin tinggi, tapi Lucena mungkin adalah jurang yang siap membuatnya jatuh.
All Rights Reserved
#3
revenclaw
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]

KALAU KARYA INI MUNCUL DI TEMPAT LAIN DENGAN NAMA BERBEDA, ITU BUKAN KEBETULAN, TAPI PLAGIAT. SEGERA LAPORKAN KE AUTHOR! "Mas, bisa ga mobilnya jangan parkir depan fakultas saya? Malu dilihatin orang!" "Lho, kenapa? Mas kan cuma mau jemput calon istri... eh, calon wisudawan." "Mas Bhima!!" "Iya, Sayang? Eh, keceplosan. Latihan dulu biar terbiasa, Dek." "Dinda nanyain lho, kapan kamu main ke rumah lagi." "Ogah. Males ketemu mantan. Canggung." "Kan ke sananya bukan sebagai mantan Dinda, Dek." "Terus sebagai apa?!" "Sebagai kakak iparnya Dinda. Sekalian Mas mau ngenalin kamu ke Mama Papa sebagai the next mantu. Pakai baju yang rapi ya." "Udah gila lama lama nih orang." Nala cuma mau lulus kuliah dengan tenang. Tapi sejak datang ke nikahan mantan SMA-nya, hidupnya malah diteror oleh Bhima, kakak kandung sang mantan, yang punya misi gila: Mengubah status 'Mantan Adik Ipar' jadi 'Pasangan Hidup'. Skripsi aja belum kelar, kok udah disuruh revisi status hubungan?! [Rank #2 - di #bxb 07/02/26] [Rank #10 - di #bllokal 10/02/26] [Rank #22 - di #boyxboy 12/02/26] [Rank #1 - di #manxman 19/02/26] Publish pertama kali pada Februari 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines