In Quiet Brilliance | Bluesy

In Quiet Brilliance | Bluesy

  • WpView
    Reads 7,689
  • WpVote
    Votes 948
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2026
[21+] Serina selalu percaya bahwa hidup, seperti berlian, harus diukur dengan presisi. Sebagai pendiri Valéra Privé, ia membangun reputasi melalui detail yang sempurna, kendali yang tak pernah goyah, dan jarak yang aman dari segala risiko-termasuk cinta. Javier tidak pernah terbiasa menunggu. Di dunia yang selalu memberinya kemenangan, ia tahu bagaimana mendapatkan apa yang ia inginkan. Kecuali Serina. Di antara kilau platinum dan cahaya berlian, ketertarikan mereka tumbuh tanpa suara. Bukan cinta yang meledak-ledak. Bukan gairah yang membakar habis. Melainkan sesuatu yang lebih berbahaya- perasaan yang datang perlahan, menetap, dan menuntut keberanian untuk menjadi rentan. Karena tidak semua yang paling berharga bersinar terang. Beberapa hanya terlihat oleh mereka yang berani mendekat. "I trusted what I could calculate. Until I met something I couldn't." - Serina Manuel. "I have never been afraid of losing. Until I met someone I wasn't sure would choose me." - Javier Begon.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARRANGED MARRIAGE (Revisi)
  • The Line We Crossed
  • Until You Let Me Stay
  • UNLABELED - Jenrina
  • Moonlight Resonance
  • Clear Sky || Jeno (END)
  • Anurāga || Bluesy [ON GOING]
  • Leon & Cathy
  • Transit in You
  • THE ALDERIC ARRANGEMENT

"Perjodohan" Satu kata yang terdengar begitu sederhana, namun bagi sebagian orang ibarat sebuah kutukan yang menghancurkan seluruh harapan dan mimpi. Satu kata yang merenggut kebebasan, memaksanya terikat dengan seseorang yang tak pernah mereka pilih. Namun, bagi Karina dan Jeno, perjodohan ini sama sekali bukan sesuatu yang pantas ditakuti atau disesali. Justru sebaliknya-di balik segala pertengkaran, sanggahan, dan pertikaian yang mewarnai setiap harinya, ada rasa puas yang tak mampu mereka sangkal. Meski tak pernah sehari pun berlalu tanpa mereka beradu pendapat, saling mengumpat, atau berdebat sengit, di dalam hati keduanya tersimpan perasaan aneh: mereka merasa lengkap. Bagi mereka, perjodohan ini bukanlah belenggu, melainkan takdir indah yang mempertemukan dua jiwa yang keras kepala, yang justru semakin saling terikat erat di tengah segala perselisihan itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines